Sejarah Ayam Ketawa
Sejarah asal-usul ayam Ketawa belum diketahui secara pasti. Namun, menurut cerita rakyat di daerah Sidenreng Rappang, ayam Ketawa pertama kali ditemukan oleh seorang petani di daerah tersebut yang melihat ayam ini memiliki suara yang unik dan berbeda dari ayam-ayam lainnya.
Sejak saat itu, ayam Ketawa menjadi populer dan banyak dipelihara oleh masyarakat setempat. Pada awalnya, ayam Ketawa hanya dipelihara sebagai hewan ternak untuk diambil daging dan telurnya, namun seiring berjalannya waktu, ayam Ketawa semakin dikenal dan populer karena suaranya yang unik dan khas.
Pada tahun 1987, ayam Ketawa resmi diakui sebagai salah satu ras ayam asli Indonesia oleh Departemen Pertanian Indonesia. Sejak saat itu, ayam Ketawa semakin populer dan mulai banyak dipelihara sebagai hewan hias dan ajang kontes ayam.
Ayam Ketawa juga menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat di daerah Sidenreng Rappang, misalnya pada acara pernikahan, acara adat, dan upacara keagamaan. Pada acara-acara tersebut, ayam Ketawa dipelihara sebagai simbol keberuntungan dan keberhasilan.
Saat ini, ayam Ketawa juga semakin dikenal di luar Sulawesi Selatan dan bahkan di luar Indonesia sebagai salah satu jenis ayam hias yang unik dan menarik.
Jenis-Jenis Kokok atau Suara Ayam Ketawa
1. Gretek / Disco : Suara Ayam ketawa dengan kokok pendek dan durasi yang rapat dan padat
2. Dangdut : Suara ayam ketawa dengan ketukan mendayu dan dengan durasi yang lebih lambat dibandingkan dengan disco
3. Slow : Suara ayam ketawa dengan kokok dengan durasi yang lambat dan terdengar mendayu
4. Durasi : Suara ayam ketawa dengan durasi yang panjang
Tertarik memelihara ayam ketawa?
Reviewed by Jejak Kang Andi
on
20.06
Rating:
Tidak ada komentar: